Benarkah Bulan Desember Paling Banyak Terjadi Tsunami?

Masyarakat punya penilaian bahwa akhir tahun atau Desember merupakan bulan paling banyak terjadi tsunami.

Dalam beberapa tahun belakangan, sejak bencana Tsunami Aceh 2004 yang mengejutkan dunia, banyak masyarakat kita yang punya penilaian bahwa mendekati akhir tahun merupakan saat paling banyak terjadi bencana tsunami.

Penilaian yang kemudian berkembang jadi dugaan ini makin menguat setelah pada 22 Desember 2018, sekitar pukul 21.27 WIB, terjadi Tsunami Selat Sunda akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau.

Bencana yang tak kalah dahsyatnya dari Tsunami Aceh itu menelan korban jiwa sebanyak 436 orang, melukai 7.202 orang, dan mengakibatkan 23 orang hilang.

Nah, untuk membuktikan kebenaran penilaian dan dugaan ini, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami (KBMG), Dr Daryono, S.Si, M.Si, memberikan penjelasan yang diunggah di akun Instagram @daryonobmkg.

Jumlah Kejadian Tsunami Tiap Bulan di Indonesia

Daryono menggunakan sejarah tsunami masa lalu yang bersumbar dari katalog tsunami. Data ini bisa memberikan gambaran tentang benar tidaknya akhir tahun adalah masa paling banyak terjadi bencana tsunami.

Apabila mencermati catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia dari katalog tsunami, terdapat 114 bencana tsunami.

Jika dikompilasi berdasarkan bulan kejadiannya, maka diperoleh jumlah kejadian tsunami untuk masing-masing bulan dalam setahun di Indonesia. Berikut daftarnya: 

1. Januari terjadi 11 kali tsunami.

2. Februari 12 kali tsunami.

3. Maret 11 kali tsunami 

4. April 8 kali bencana tsunami.

5. Mei sebanyak 6 tsunami

6. Juni tercatat 4 tsunami

7. Juli 8 kali bencana tsunami

8. Agustus, bencana tsunami terjadi sebanyak 9 kali.

9. September, sebanyak 8 kali bencana tsunami. 

10. Oktober, diketahui 12 kali tsunami di Indonesia.

11. November sebanyak 12 kali tsunami 

12. Desember, tsunami terjadi sebanyak 12 kali.

Berdasarkan data per bulan tersebut, terlihat bahwa bulan dengan jumlah peristiwa tsunami paling banyak terjadi pada bulan Februari, September, November, dan Desember. Sementara kejadian tsunami yang paling sedikit terjadi pada bulan Juni.

" Mengacu data ini maka pendapat yang menyebutkan bahwa Desember adalah bulan dengan peristiwa tsunami paling banyak tidaklah benar," tulis Daryono di Instagram.

Daryono menambahkan, data tersebut membuktikan bahwa Desember ternyata bukan satu-satunya bulan dengan kejadian tsunami paling banyak.

Bencana Tsunami Tidak Mengenal Musim

Sementara itu, berdasarkan sumber dan pemicunya, secara ilmiah tsunami memang tidak mengenal musim. Gempa tektonik, longsoran dalam laut, erupsi gunung api adalah fenomena geologis yang dapat terjadi kapan saja.

Hal yang sama juga terjadi pada fenomena cuaca dan iklim, sehingga tsunami bisa terjadi kapan saja karena tidak mengenal musim.

Namun perlu diingat bahwa angka kejadian tsunami di atas bukan jumlah yang mutlak. Karena bisa jadi masih ada kejadian tsunami lainnya yang terlewat dan belum dikompilasi datanya.

Kendati demikian, data ini sudah cukup untuk memberi gambaran sementara bagaimana distribusi kejadian tsunami pada masing-masing bulan.

" Kapan saja, sebaiknya kita harus waspada dan siaga tsunami, khususnya masyarakat di wilayah pesisir yang pantainya berhadapan dengan sumber gempa di dasar laut dan sudah dinyatakan sebagai pantai rawan tsunami," pungkas Daryono.


Sumber: Instagram

1 Komentar untuk " Benarkah Bulan Desember Paling Banyak Terjadi Tsunami?"

  1. Izin ya admin..:)
    Mainkan dan menangkan hadiah nya bersama kami di ARENADOMINO beragam permainan POKER menanti anda semua fair play silahkan di add WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel