Demi Biaya Hidup, Bocah Ini Rela Jadi Badut Jalanan dan Jalan Kaki 10 KM - Suara Priangan

Demi Biaya Hidup, Bocah Ini Rela Jadi Badut Jalanan dan Jalan Kaki 10 KM

 


Kisah seorang bocah di Banjarmasin bernama Rehan yang rela menjadi badut jalanan demi membiayai kebutuhan hidup sehari-harinya mendadak viral di media sosial.

Setiap hari, Rehan mengais rupiah dari kedermawanan pengguna jalan di sekitar Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk sampai di Jalan Gatot Subroto, Rehan setiap hari menempuh jarak 10 KM dengan berjalan kaki dari rumahnya.

Mengutip unggahan Instagram @wowunix, Minggu, 30 Agustus 2020, kisah Rehan pertama kali dibagikan oleh akun Facebook bernama Vanny.

Dalam unggahannya, Vanny merasa miris melihat bocah tersebut harus mencari nafkah di usianya yang terbilang masih belia.

Vanny menuturkan, Rehan mengaku terpaksa menjadi badut jalanan atas dasar motif ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ibunya bekerja serabutan dan uang yang didapat hanya cukup untuk membayar biaya sewa kontrakan,” ujarnya.

Sementara Rehan, kata Vanny, mengaku bersyukur dengan bekerja sebagai badut jalanan ia bisa membeli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumahnya.

“Uangnya lumayan. Bisa buat beli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” ujar Rehan.

Adapun jika ada sisa uang dari membeli nasi, Rehan memilih menyisihkan rejekinya itu untuk membayar biaya sekolahnya.

“Setiap hari, Rehan berjoget kecil dengan busana boneka berukuran besar,” kata Vanny.

“Dia kerap berganti kostum setiap hari, mulai dari kostum boneka Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Tapi, kostum itu bukanlah miliknya sendiri,” sambungnya.

Dari pengakuan bocah tersebut, kata Vanny, kostum badut yang dikenakan Rehan disewa dari seseorang dengan membayar sejumlah uang.

“Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan.

Rehan biasa berangkat pada pagi hari ke Jalan Gatot Subroto untuk mengais rejeki dan pulang ke rumah usai salat Isya.

“Lepas salat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jalab Gatot subroto,” ujarnya.

Ia pun mengaku merasa lelah menjalani pekerjaan badut jalanan lantaran harus berjalan kaki sejauh 10km dari rumahnya menuju Jalan Gatot Subroto.

Namun, kata Rehan, ia juga merasa senang bisa membantu ibunya mencari rejeki untuk membiayai kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Kisah perjuangan Rehan mengais rejeki demi membantu kehidupan dirinya dan ibunya sontak menuai beragam reaksi dari warganet.

Bahkan, sejumlah netizen berinisiatif membuka donasi untuk membantu meringankan biaya hidup bocah badut jalanan tersebut.

0 Response to "Demi Biaya Hidup, Bocah Ini Rela Jadi Badut Jalanan dan Jalan Kaki 10 KM"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel