Meski Sering Diledek karena Fisik, Pak Limin Tetap Semangat Berjualan Telur Demi Bertahan Hidup - Suara Priangan

Meski Sering Diledek karena Fisik, Pak Limin Tetap Semangat Berjualan Telur Demi Bertahan Hidup



Meski Sering Diledek karena Fisik, Pak Limin Tetap Semangat Berjualan Telur Demi Bertahan Hidup

Pak Limin tetap semangat mengais pundi-pundi uang meski di tengah keterbatasan.

Terkadang hidup memang tak sejalan dengan apa yang kita inginkan.

Terlahir dengan fisik yang kurang sempurna dan penuh keterbatasan tak lantas membuat seorang pria bernama Pak Limin menyerah dalam mengarungi kehidupan.

Pria berusia 45 tahun ini tetap semangat mencari pundi-pundi rupiah demi sesuap nasi untuk keluarganya.

Ia dengan dengan gigih berjualan telur asin setiap harinya. Kisah perjuangan Pak Limin ini viral di media sosial.

Mendapat Upah Rp 500 per Butir

Meski Sering Diledek karena Fisik, Pak Limin Tetap Semangat Berjualan Telur Demi Bertahan Hidup

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Limin berjualan telur asin yang ia jajakan di jalanan. Setiap harinya, ia mengambil telur-telur asin ini dari seorang tetangga jauh dengan upah Rp. 500 per butirnya.

Karena keadaanya, Pak Limin biasanya hanya membawa sedikit telur asin yang ia jajakan.

Setiap harinya, Pak Limin akan mulai berjualan dari jam 9 pagi sampai habis walau kadang malah sebaliknya.

Sering Diledek karena Fisik

Terlahir dengan keadaan fisik yang tak sempurna, Pak Limin juga pernah mendapat ledekan bahkan hinaan dari banyak orang.

Tapi dengan sabar, ia tak pernah mengambil hati semua ucapan orang tentang dirinya meski menyakitkan.

Pak Limin mengajarkan pada kita untuk selalu bersyukur dan tetap berusaha keras dalam mengarungi hidup ini.

1 Response to "Meski Sering Diledek karena Fisik, Pak Limin Tetap Semangat Berjualan Telur Demi Bertahan Hidup"

  1. Izin ya admin..:)
    Player vs Player WOW langsung saja kunjungin kami di ARENADOMINO tempat bermain Poker dan kartu yang sangat menyenangkan dan hadiah nyata menanti anda semua.. WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel