Suami Tak Terima & Tuntut Jenazah Istrinya Dikembalikan, Dikubur Pakai Peraturan Covid-19



Tak terima dengan tindakan pihak rumah sakit yang memakamkan Nurhayani Abram (48) dengan protap Covid-19, pihak keluarga menuntut untuk mengembalikan jenazah almarhumah kembali.

Pihak tim gugus Covid-19 Makassar dinilai gegabah menetapkan pasien yang meninggal akibat stroke itu dibuat prosedur Covid-19.

Andi Baso Ryadi Mappasulle sang suami pun tak mampu menahan emosi dan menilai tim gugus tidak merasakan dan tidak mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh pihak keluarga setelah jenazah Nurhayani tidak dimakamkan secara layak.       

Dia bersama anaknya, Andi Arni Esa Putri Abram meminta kepada tim Gugus Covid-19 untuk mengembalikan jenazah Nurhayani yang telah terlanjur dimakamkan di pemakaman khusus jenazah Covid-19, di Maccanda, Kabupaten Gowa.

Dia menyerahkan surat permohonan pengembalian jenazah istrinya, untuk dikembalikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Coba seandainya bapak ada di posisi kami. Keluarga anda yang seperti ini, itu rasanya seperti bagaimana. Ini kami (keluarga) yang tersakiti,” kata Andi Baso saat mendatangi posko Covid-19 Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (4/6/2020).

Bardasarkan hasil swab test, ternyata istrinya dinyatakan negatif dari Covid-19. Hal itu yang menjadi alasan jenazah istrinya untuk dikembalikan ke keluarganya.

“Makanya saya memasukkan surat (pengembalian jenazah). Karena istri saya tidak layak berada di pemakaman khusus Covid-19. Sementara istri saya tidak Covid-19, dibuktikan dengan hasil swab yang negatif,” katanya kepada wartawan.

Rencananya, pihaknya juga akan melaporkan tim gugus ke aparat kepolisian jika tidak menerima permintaannya tersebut.

Langkah itu akan ia tempuh, sampai jenazah istrinya dikembalikan.

Viral video tangisan seorang anak perempuan pecah setelah ibunya dinyatakan meninggal di RS Bhayangkara Makassar tak terima dimakamkan pakai prosedur Covid-19.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial saat seorang perempuan sampai naik kap mobil ambulans supaya ibunya tidak dimakamkan di pemakaman umum penderita Covid-19.

Adalah Andi Arni Esa Putri Abram (24) puteri dari Nurhayani Abram (48) pasien meninggal akibat pembuluh darah pecah. Namun jenazah dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Dia memohon kepada dokter yang menangani, sampai bersimpuh mencium kaki yang bersangkutan supaya jenazah ibunya bisa dibawa ke pemakaman keluarga di Bulukumba. Namun protokol Covid-19 tetap dijalankan.

Sumber Indozone

Belum ada Komentar untuk "Suami Tak Terima & Tuntut Jenazah Istrinya Dikembalikan, Dikubur Pakai Peraturan Covid-19 "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel