Ratusan TKA China Boleh Masuk Karena Alasan Tak Sepira, NU kesal: Pekerja kita sebodoh itu?


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik pernyataan pernyataan Jodi Mahardi, juru bicara Menko Maritim dan investasi Luhut Binar Pandjaitan. Kritik berkaitan dengan rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia.

Pada akhir April lalu, kata Jodi, Kemenko Maritim dan Investasi menyatakan bahwa alasan didatangkannya 500 TKA asal China karena keahlian yang belum bisa digantikan oleh tenaga kerja asli Indonesia.

Menurut Ketua PBNU bidang Ekonomi, Umarsyah, ungkapan tangan kanan Luhut itu tak berdasar, apalagi seolah mewakili pernyataan pemerintah. Umarsyah pun menegaskan kalau kualitas tenaga kerja asli Indonesia saat ini sudah mumpuni dalam mengelola industri yang lebih strategis termasuk smelter yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Inferior benar pernyataan itu. Stafsus ini tidak sepatutnya bicara itu. Emangnya apa pekerjaannya? Apakah sebodoh dan serendah itu level tenaga kerja kita,” ungkap Umarsyah disitat RMOL, Senin 4 Mei 2020.

Kata Umarsyah, tenaga kerja Indonesia bahkan sudah mampu mengelola industri yang lebih strategis, termasuk yang lebih rumit seperti pabrik pesawat. “Sudah ada dan siap kok, apalagi cuma smelter?”

Umarsyah pun khawatir dengan pernyataan Jodi soal 500 TKA China, yang dibanding-bandingkan tenaga kerja Indonesia. Kata dia, pernyataan tersebut bisa menyinggung perasaan banyak masyarakat Tanah Air. 

Maka itu, katanya, tidak ada jalan lain saat ini untuk membatalkan rencana kedatangan 500 TKA asal China. Sebab, masyarakat Sulawesi Tenggara dan perangkat pemimpin daerah di sana pun sudah kompak satu suara untuk menolak.

“Bagi saya solusinya mudah saja, enggak usah bikin pernyataan aneh-aneh, satu kata, batalkan mendatangkan 500 TKA asal China itu,” katanya.

Sebelumnya Jodi Mahardi, tangan kanan Menko Maritim dan Investasi menyatakan datangnya TKA asal China itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan Luhut. Kata Jodi, Luhut justru hanya ingin melihat Indonesia kian maju dalam peningkatan nilai tambah nikel.

“Tidak ada kepentingan Pak Luhut pribadi di sana (TKA China) selain hanya ingin melihat kemajuan daerah dan Indonesia sebagai pemain utama dalam peningkatan nilai tambah komoditas nikel,” kata Jodi.

Ia mengatakan, kedatangan para TKA China lantaran kemampuannya dibutuhkan. Sebab tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.

Apalagi kata dia, perusahaan tempat TKA China dipekerjakaan menggunakan teknologi yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut. “Ini kan pembangunan dengan teknologi mereka yang belum kita kuasai.’

Belum ada Komentar untuk "Ratusan TKA China Boleh Masuk Karena Alasan Tak Sepira, NU kesal: Pekerja kita sebodoh itu?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel