Imbas 3 Penumpang Positif Corona, KRL Tak Berangkat Bila Kelebihan Penumpang



3 Penumpang KRL diketahui positif virus corona melalui test swab yang digelar oleh Pemprov Jawa Barat di Stasiun Bogor. PT KCI langsung bergerak dengan melakukan serangkaian pengetatan pembatasan di stasiun maupun di gerbong kereta.

"Untuk semakin meningkatkan kedisiplinan maka mulai Senin 4 Mei 2020 bila masih terdapat kereta yang melebihi kapasitas, ditandai dengan pengguna duduk maupun berdiri tidak sesuai marka yang ada, maka kereta tidak akan diberangkatkan kembali hingga para pengguna mengikuti aturan kapasitas maksimum sejumlah 60 orang per kereta," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba, saat dikonfirmasi, Senin (4/5).
 
Anne mengatakan, pihaknya juga terus memastikan penumpang yang masuk ke stasiun dan kereta sudah melalui serangkaian pemeriksaan awal oleh petugas. Setelah ditemukan adanya 3 penumpang yang positif virus corona, pemeriksaan akan semakin ketat lagi.

"Mengenai kepadatan pada dua hingga tiga perjalanan KRL terutama pada jam pulang kerja yang juga menjelang jam buka puasa, PT KCI mengantisipasi dengan memperketat batasan pengguna yang diizinkan masuk ke peron stasiun dan ke dalam kereta sebagaimana yang dilakukan pada stasiun-stasiun keberangkatan di pagi hari," jelas dia.

"Pintu stasiun juga ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan PSBB untuk mencegah kepadatan pada jadwal kereta terakhir," tambah Anne.

Anne memastikan, 761 perjalanan KRL yang beroperasi setiap harinya, 90 persen perjalanan kondisinya sudah sangat minim penumpang. Hal ini ditunjukkan dengan data volume penumpang dan kondisi real di lapangan.

"Untuk di ketahui bersama, selama PSBB ini volume penumpang sudah turun mencapai 80% (kami saat ini melayani 180-190 ribu penumpang/hari di mana untuk Jabar lintas Bogor 100-110rb dan lintas Bekasi/cikarang 28-30rb penumpang per hari)," ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan adanya penumpang KRL yang positif virus corona. Hal ini terungkap dari pemeriksaan swab yang dilakukan beberapa waktu lau.

"Baru saja mendapatkan kabar bahwa tiga penumpang KRL Bogor -Jakarta dinyatakan positif COVID-19," ucap Bima Arya melalui Instagram, Minggu (3/5).

Data tersebut didapatkan dari hasil tes swab PCR terhadap 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta. Bima Arya, yang baru sembuh dari corona, menyebut kasus ini menjadi bukti transportasi publik dan kerumunan jadi pusat penyebaran virus dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sumber Kumparan

Belum ada Komentar untuk "Imbas 3 Penumpang Positif Corona, KRL Tak Berangkat Bila Kelebihan Penumpang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel