Agar Kasus Pemerkosaan Tak Dilaporkan Polisi, Angota DPRD Tawarkan Uang ke Korban Rp 500 Juta


Entah apa yang ada di benak pikiran anggota DPRD Gresik berinisial NH ini.

Sebagai wakil rakyat, bukannya memberikan solusi terbaik atau memperjuangkan hak korban dalam mendapatkan keadilannya, NH justru mengambil jalan dalam menyelesaikan masalah menggunakan materi.


“Prinsipnya iktut mencoba mediasi untuk memberikan uang sebesar Rp 500 juta kepada korban,” ungkap Abdullah Syafi’i, kuasa hukum korban MD (16).

Korban MD sendiri memang hanya keluarga sederhana. Mereka masih tinggal di rumah kontrakan. Namun bukan berarti kekurangan itu dijadikan sebagai kelemahan korban, hingga berusaha menipudayanya dengan mengiming-imingkan uang ratusan juta.

Bahkan diakui Abdullah, keluarga korban terutama sang ibu langsung menolak tegas. Ibu korban tetap ingin masalah ini berjalan sesuai proses hukum yang berlaku.

Pasalnya, putrinya telah menjadi budak nafsu SG (50) yang merupakan saudara sekaligus tetangganya, selama kurun waktu satu tahun, sejak awal Maret 2019 hingga April 2020, melansir Kompas.com.

Ditambah, perbuatan bejatnya itu telah membuat putrinya berbadan dua, dengan usia kehamilan yang sudah masuk tujuh bulan.

Ini jelas menghancurkan masa depan putrinya yang masih panjang, serta menimbulkan beban psikologis dan rasa trauma yang amat mendalam.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa MD.

Namun oleh Abdullah, dikatakan bahwa pada awal pekan lalu, pihak kepolisian mengaku masih menyelidiki laporan yang mereka terima pada 24 April 2020 lalu.

Belum ada Komentar untuk "Agar Kasus Pemerkosaan Tak Dilaporkan Polisi, Angota DPRD Tawarkan Uang ke Korban Rp 500 Juta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel