Kronologi 49 TKA Tiongkok Masuk Kendari Ternyata Ilegal, Kapolda Minta Maaf



Sedang heboh dan viral baru-baru ini, video berisi cuplikan puluhan orang China tiba di Bandara Haluleo, Kendari, Sulawesi Tenggara diteriaki ‘corona’ oleh sejumah pengunjung bandara.

Pria yang turut merekam momen detik-detik kedatangan turis China itu bahkan juga menyebut corona.

“Satu pesawat corona semua datang, ededeh luar biasa. Bandara Haluleo,” ucap pria tersebut di balik video.

Mengenai video viral tersebut, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Sulawesi Tenggara, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam langsung angkat bicara.

Dia menegaskan, bahwa sejumlah orang China yang tiba di Bandara Haluleo beberapa waktu lalu bukan turis pendatang dari China langsung, melainkan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan smelter yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Mereka benar TKA yang bekerja di perusahaan smelter di Sulawesi Tenggara yang kembali dari memperpanjang Visa di Jakarta. Jadi ini mereka bukan baru datang dari China karena mereka memang tidak kembali dari bawal ke China,” terang Kapolda, dilansir dari today.line.me.

Lebih lanjut, Kapolda menyebut bahwa sejumlah TKA tersebut sudah dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan, karantina kesehatan, dan perizinan imigrasi sebelum tiba di Kendari.

“Mereka sudah mendapatkan keterangan kesehatan dan keterangan dari Imigrasi,” tegasnya.

Kapolda pun lantas meminta kepada masyarakat untuk tidak sembarangan mengupload video atau menyebarkan berita hoaks di tengah kepanikan masyakarat saat ini.

“Jadi ini peringatan keras kepada masyarakat jangan sembarang upload berita yang membuat resah masyarakat,” tuturnya.

Belum ada Komentar untuk "Kronologi 49 TKA Tiongkok Masuk Kendari Ternyata Ilegal, Kapolda Minta Maaf"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel