Negara +62 Pasien Dipaksa Bayar Setelah Cek Corona di RSUD Cirebon YLKI "Bisa-Bisa Pasien KABUR"



Merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) dimanfaatkan sejumlah oknum rumah sakit. Salah seorang warga bernama Putri, mengeluhkan pelayanan di RSUD Gunung Jati, Cirebon. Pasalnya, Putri dipaksa untuk membayar biaya cek Covid 19 tanpa disertai dengan nota.

“Awalnya kata petugas depan gratis, pas sudah diperiksa suruh bayar,” kata Putri, salah satu pasien, Sabtu (21/3/2020).

Padahal, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menegaskan tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang melakukan pengecekan virus Corona. Putri mengaku berinisiatif mengecek kesehatan setelah teman satu kantornya dinyatakan positif Covid 19 setelah mengecek di hari ini, kemarin. Putri menduga temannya terjangkit virus dari almarhum suaminya yang meninggal seusai menjalani perawatan Corona di salah rumah sakit di Jakarta.

Karena itu, dirinya memutuskan untuk mencoba melaporkan diri ke RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon. Setelah berkomunikasi dengan dokter jaga, dirinya kemudian diminta isolasi dan menaikkan statusnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Di sinilah Putri mengaku diminta membayar oleh seorang perawat. “Katanya harus membayar, saat diminta nota pembayaran, katanya tidak ada,” jelas Putri.

Selain itu, Putri kemudian tersandra oleh perawat dan petugas keamanan yang kemudian melarang dirinya untuk pulang. Mereka kemudian memaksa Putri mengikuti prosedur penanganan Covid-19. “Ini kan dilematis, saya suruh bayar tanpa nota dan harus ngikuti prosedur,” ucapnya.

Dengan alasan menyelamatan 300.000 penduduk Cirebon dan tak menyebarkan virus Corona. Putri kemudian memilih mengikuti prosedur dan bersiap membayarnya. “Ini masih tes,” ucapnya.

Tak sampai di situ, ruang isolasi yang ditawarkan pun jauh dari manusiawi. Selain ditempatkan dalam ruangan pekat dan gelap. Kondisi kamar juga bau dan dipenuhi sarang laba laba. “Mereka memaksa saya untuk di sini. Bukannya sembuh malah tambah sakit,” ucapnya.

Sementara itu, Humas RSUD Gunung Jati Cirebon, Firman mengatakan tak bisa berbuat banyak dengan kondisi itu. Dia mengatakan bila pemerintah tak siap menghadapi Corona sehingga mengharuskan RSUD Gunung Jati menggunakan fasilitas yang ada.

Dia kemudian menjelaskan, sementara pasien yang di screening dan atau perlu mendapatkan obat jika dilakukan pemeriksaan membayar sesuai dengan jenis penjamin masing masing. ”Kalau umum bayar tunai, kecuali di rawat inap dan dinyatakan positif maka biaya di tanggung negara,” ucapnya.Hingga kini, Firman mengatakan RS Gunung Jati belum bisa memastikan sampai kapan bisa berbayar.

Menanggapi ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menjelaskan harus ada sanksi tegas terhadap RSUD Gunung Djati. “Apa yang terjadi bisa membuat masyarakat yang terindikasi Corona pada kabur dan ini jauh lebih berbahaya,” ucapnya.

Terhadap ini, Tulus akan membawa hal ini saat rapat dengan Kemenkes dan Posko Corona. Tulus tak membenarkan bila pembayaran saat tes Corona. “Biaya tes Covid kan gratis, ini kan bencana. Masa suruh bayar,” tutupnya.

Sumber Sindonews

Belum ada Komentar untuk "Negara +62 Pasien Dipaksa Bayar Setelah Cek Corona di RSUD Cirebon YLKI "Bisa-Bisa Pasien KABUR""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel