Habib Syekh “Jangan Takut! Takutlah sama Allah Swt. Kenapa Kalian Takut dengan Corona?



Ada nasehat penting dari Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf (Habib Syekh), ditujukan kepada jamaah Ahbabul Musthofa dan Syekhermania dalam menghadapi isu virus corona. Nasehat itu terekam video berdurasi 5:54 menit. Habib Syekh mewanti-wanti agar jamaah tidak ikut latah, menyebar berita virus corona.

“Kepada jamaah Ahbabul Musthofa dan Syekhermania di mana kalian berada. Untuk tidak ikut-ikutan dengan apa yang terjadi saat ini. Apalagi menyebarkan berita-berita tentang virus corona. Tidak perlu!,” jelasnya dalam video yang terus beredar sampai tadi siang, Sabtu (7/3/2020) di media sosial.

“Kalian tidak perlu menyebarkan dan tidak perlu takut. Dan saya berharap, semua dari jamaah kami, dan seluruh bangsa Indonesia, untuk tidak berebut pergi ke mini market, untuk beli (memborong) masker, tidak perlu. Kalian dibodohi oleh berita,” jelasnya.

Menurut Habib Syekh, sebagai muslim mestinya pasrah kepada Allah SWT. “Kerjakan diri kalian, dan apa yang kalian dapatkan, ini hanya untuk Allah. Dekatkan diri kalian kepada Allah. Jangan percaya dengan orang-orang  yang menakut-nakuti, dengan ini dan itu. Jangan pula kalian menjadi penyebar berita yang menakut-nakuti masyarakat. Ndak perlu!” tegasnya.

Sampaikan, bahwa semua itu, sudah ada yang ngurus, termasuk tentang virus, ini pemerintah telah mengurusnya. Kita tidak perlu ikut-ikut menebarkan berita, apalagi berita hoaks yang bohong,  kita tidak perlu ikut campur, tidak perlu takut.


“Saya amanatkan untuk semua, jamaah saya. Ahbabul Musthofa dan Syekhermania, dan siapa pun yang ingin mengikutinya. Bacalah, setiap hari sebagai penangkal virus-virus  ini, ratibul haddad, baca tiap hari, atau rotibul athos tiap hari. Yang bisa menghindarkan semua ini, hanya Allah,” terangnya.

Matikan Hapenya
Masih menurut Habib Syekh, kalian semua dibohongi, suruh beli masker, suruh beli jahe merah, sampai se-Indonesia jahe entek (habis), Masker habis, harga masker satu dos 2 juta, ini orang gila.

“Jangan takut! Takutlah sama Allah swt. Kenapa kalian takut dengan corona? Sementara Tidak pernah memikirkan takut kepada Allah swt.? Orang yang takut kepada Allah swt, dia akan diberikan dua kebahagiaan. Kebahagian dunia dan akhirat.”

Sekarang ini, tambahnya, dunia dibuat semua orang supaya takut. “Sampaikan kepada dunia, dan sampaikan kepada orang yang membuat takut itu. Kami sebagai umat Islam, kami sebagai bangsa Indonesia, tidak pernah takut dengan siapa pun. Kami hanya takut kepada Allah swt. Dzat yang menciptakan kita, yang menciptakan semua permasalahan yang ada ini, hanyalah Allah. Dekatkan diri kita kepada Allah, Insyallah semua (keburukan) akan menyingkir.”

Kondisi akhir-akhir ini, menurut Habib Syekh,  memang tidak normal. Bingung, seolah Indonesia ini akan habis dengan apa yang disebut corona. “Astaghfirullah al’adhim, kenapa tidak takut sama Allah swt? Anda takut, lalu membeli alat-alat supaya tidak terkena corono. Tetapi, anda tidak pernah takut kepada (nasehat) ustadz yang mengamankan anak cucu kalian masuk neara.

“Pernah ragat (biaya) untuk mengurus anak cucu agar tidak masuk neraka? Tetapi kalau berita corona, apa pun dijual, dibeli guna selamat dari corona. Padahal, mau mati sekarang atau besok, tetap mati. Sudah tidak bisa kita lari dari kematian, supaya kita selamat, ayo dekat kepada Allah,” terangnya.

Caranya? Perbanyak taubat perbanyak perbuatan kebaikan, perbanyak sodaqah, sambung tali silaturrahim, berdoa kepada Allah. Semua perintah lakukan, jangan menyalahi aturan Allah. “Kalau kita menyalahi aturan Allah , maka, tentara-tentara Allah akan mendatangi kita, termasuk virus corona ini.”

Terakhir, “Kalau sampai ada dari jamaah Ahbabul Mustofa atau syekhermania menebarkan berita tentang corona, maka, matikan di situ, karena dia itu termasuk virus corona. Matikan hape-nya, jangan manusianya,” jelas Habib Syekh. (mky)

Belum ada Komentar untuk "Habib Syekh “Jangan Takut! Takutlah sama Allah Swt. Kenapa Kalian Takut dengan Corona?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel