Dokter dan Perawat di Bogor Positif Corona, RS di Kendari Dokter dan Perawat Mogok Kerja



Seorang dokter dan perawat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, positif terpapar virus Corona atau Covid-19.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan kedua tenaga medis itu merupakan laki-laki yang bertugas di rumah sakit di Jakarta.

Dokter yang positif Corona berdomisili di Kecamatan Bojonggede. Sedangkan si perawat tinggal di Kecamatan Gunungputri, Bogor.

“Yang orang Bojonggede berusia 36 tahun. Dia seorang dokter kerja di rumah sakit di Jakarta. Sementara yang berdomisili di Gunungputri, merupakan paramedis di Jakarta juga,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3) malam.

Menurut Ade, kedua tenaga medis ini sama-sama memiliki riwayat menangani kasus positif Covid-19.

Diduga, dokter dan perawat itu tertular Corona dari pasien Covid-19 yang ditanganinya.

“Si dokter ini memeriksa pasien positif dan paramedis riwayatnya merawat positif Corona,” jelas Ade.

Ade menjelaskan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona di Kabupaten Bogor mencapai 92 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 13 orang.

“ODP dan PDP sama-sama bertambah satu orang dari sebelumnya, Kamis 20 Maret 2020,” jelas Ade.

Takut Corona, Dokter dan Perawat IGD RS Bahteramas Kendari Mogok" 

Penanganan wabah virus Corona di Kota Kendari bisa terganggu sebab dokter dan perawat di IGD RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara mogok kerja per hari ini, Jumat, 20 Maret 2020.

Mereka menilai manajemen rumah sakit pelat merah itu tidak maksimal menyediakan alat pelindung diri (APD) di rumah sakit rujukan perawatan pasien Corona tersebut.

Seorang perawat IGD yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan total terdapat 40 dokter dan perawat yang mogok kerja.

"Padahal kalau merawat pasien positif Corona APD seperti masker harus benar-benar aman,” ucapnya kepada Tempo pada Jumat sore, 20 Maret 2020.

Dia menjelaskan bahwa mogok kerja dipicu pasien positif Corona berkontak fisik dengan para tenaga kesehatan di IGD sebelum pasien diisolasi.


Sebelum diisolasi di RSUD Bahteramas, pasien dirawat di IGD. Ketika itu, dokter dan perawat yang menangani tidak dilengkapi APD yang memadai.

Pasien wanita itu warga Kota Kendari yang dibawa ke RSUD Bahteramas pada 9 Maret 2020 rujukan dari klinik di bilangan Andonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Belakangan diumumkan pada Kamis, 19 Maret 2020, bahwa pasien tersebut positif terkena virus Corona. Para dokter dan perawat IGD pun resah sebab mereka pernah kontak langsung dengan pasien tadi. “Kejadian sudah hampir 10 hari, IGD baru tadi disterisasi,”  ujarnya.

Para tenaga medis yang sempat kontak langsung dengan pasien telah meminta dites. Namun, manajemen RSUD Bahteramas Kendari belum merespons. “Karena tidak ada respons, akhirnya teman-teman inisiatif untuk meliburkan diri."

Plt Direktur RSUD Bahteramas dr. Sjarif Subjikato membenarkan beberapa petugas kesehatan di IGD kontak dengan pasien positif Corona.  “Mereka sudah diisolasi di rumah, tapi mereka minta diisolasikan di rumah sakit," kata Sjarif.

Pemerintah telah mengumumkan di Sulawesi Tenggara terdapat tiga kasus baru Corona.  Rabiul Awal, juru bicara penanganan Covid-19, menyebut  tiga pasien itu terdiri dari seorang laki-laki berusia 41 tahun dan dua perempuan berusia masing-masing 32 dan 25 tahun.  Ketiganya dirawat di ruang isolasi RSUD Bahteramas Kendari dengan kondisi yang membaik.

Sumber Tempo

Belum ada Komentar untuk "Dokter dan Perawat di Bogor Positif Corona, RS di Kendari Dokter dan Perawat Mogok Kerja"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel